Giggs Bisa Jadi Guardiola-nya MU

Giggs Bisa Jadi Guardiola-nya MU

Giggs Bisa Jadi Guardiola-nya MU

Mantan kapten Manchester United Bryan Robson menyebut Ryan Giggs sebagai Pep Guardiola-nya MU. Itu mengapa ia lebih suka Giggs jadi penerus Louis van Gaal. Hal itu tidak lepas dari rumor terkait Jose Mourinho, dan belakangan Mauricio Pochettino, untuk menggantikan Van Gaal. Padahal menurut Robson rencana awal 19 bulan lalu mestinya tetap dijalankan–dengan Giggs me

lanjutkan pekerjaan di MU masa kerja Van Gaal habis.

“Ryan bisa menjadi Pep Guardiola-nya United, saya yakin akan hal tersebut,” ucap Robson seperti dikutip The Sun.

“Ya, ia pemuda yang tenang tapi itu tak ada kaitannya. Ia selalu menjadi pemikir serius untuk sepakbola. Ia telah bekerja keras untuk sampai ke titik ini,” lanjut kapten MU selama 13 tahun itu.

“Orang menyebut Guardiola sebagai sosok cerdas dan punya otak sepakbola jempolan. Ryan tidaklah berbeda,” sebutnya.

Robson tidak sepakat dengan orang yang menilai Giggs masih minim pengalaman. Toh, menurutnya Giggs sudah melihat langsung dari dekat bagaimana cara kerja dua manajer penuh pengalaman seperti Sir Alex Ferguson dan Louis van Gaal.

“Pada masa Van Gaal sebagai manajer, orang-orang bilang Ryan akan belajar di bawah arahannya, mendapatkan lisensi-pro dan siap untuk pekerjaan tersebut. Harusnya tetap seperti itu,” ujarnya.

“Banyak orang bilang Ryan tak punya pengalaman. Tapi ia sudah melihat Sir Alex Ferguson bekerja selama 26 tahun dan sekarang ia melihat bagaimana Van Gaal bekerja,” kata Robson.

Guardiola dulu dipromosikan dari tim Barca B ke tim senior di antaranya karena ia merupakan mantan pemain klub itu sendiri sehingga paham benar dengan filosofi klub Catalan. Robson menilai Giggs pun seperti itu.

“Orang bilang pekerjaan itu terlalu besar buat Ryan, tapi ia tahu benar bagaimana United. Ia mencerminkan jiwa United. Ia sudah berada di klub sejak umur 13 dan tahu harus bagaimana,” sebutnya.

“Para pemilik akan mengambil keputusan, terkait rumor (Jose) Mourinho. Tapi ada sosok menonjol yang dapat melakukan tugas itu sebaik Ryan. Ingat, Guardiola dulu juga tak teruji di level atas sebelum Barcelona memberinya kesempatan.”

“Satu-satunya cara agar kita tahu apakah Giggsy bisa melakukan pekerjaan tersebut adalah dengan memberinya kepercayaan untuk melakukannya,” beber Robson.