Naiknya Harga Tiket Liverpool Tidak Adil untuk Fans

Naiknya Harga Tiket Liverpool Tidak Adil untuk Fans

Naiknya Harga Tiket Liverpool Tidak Adil untuk Fans

Eks pemain Liverpool, Jamie Carragher, juga turut memprotes kenaikan tiket Anfield musim depan. Menurut Carragher, hal itu tidak adil untuk suporter.

Ribuan pendukung Liverpool meninggalkan Anfield lebih cepat dalam pertandingan kontra Sunderland. Aksi walk out itu dilakukan sebagai bentuk protes kenaikan harga tiket yang diterapkan mulai musim depan.

Kelompok suporter The Reds memang sudah merencanakan aksi ini. Walk out itu dilakukan di menit ke-77, yang merujuk pada harga tiket baru sebesar 77 pound [naik dari 59 pound] untuk satu pertandingan dan tiket musiman sebesar 1.000 pound di main stand.

Aksi walk out ini dicatat sebagai yang pertama dalam 132 tahun sejarah Liverpool. The Guardian memperkirakan setidaknya sebanyak 10.000 suporter meninggalkan tempat duduknya di Anfield. Bahkan para suporter itu juga menyanyikan chant yang menyindir pemiliki klub John W Henry.

Carragher termasuk salah satu dari suporter yang meninggalkan Anfield. Sebagai salah satu pemegang tiket musiman di main stand, mantan bek tengah itu juga tak setuju dengan langkah yang diambil manajemen klub itu.

Kenaikan harga tiket itu dinilai terlalu tinggi dan memberatkan para fans yang harus mengeluarkan uang lebih untuk menonton tim kesayangan mereka, namun tidak mendapat timbal balik sepadan. Sebut saja datangnya para pemain bintang atau prestasi.

“Saya ada di Anfield pada hari Sabtu lalu ketika fans Liverpool mengajukan protes karena kenaikan harga tiket musim depan menjadi 77 poundsterling. Saya meninggalkan stadion, bersama sekitar 10.000 orang, di menit ke-77,” ujar Carragher di Daily Mail.

“Orang-orang bilang pada saya sejak itu ‘Mungkin tak masalah untuk Anda yang bergaji besar, itulah mengapa harganya begitu mahal’. Benar saya mendapat gaji bagus, tapi saya sudah ada di sana selama 17 tahu dan dibandingkan dengan beberapa pemain yang ada di skuat, cukup adil,” sambungnya.

“Itulah mengapa Anda ingin harga tiket seadil-adilnya. Saya tahu bahwa kenaikan harga tiket ini tidak berpengaruh pada saya, tapi saya mengenal soal kota saya – 77 poundsterling itu terlalu besar untuk menonton pertandingan, tapi harganya terlalu mahal untuk warga Liverpool.”

Lebih lanjut Carragher juga mempermasalahkan alasan Liverpool menaikkan harga tiket itu demi memperbesar pemasukan. Namun, jumlahnya pun tak signifikan, hanya 2 juta poundsterling per tahun.

“Kenapa mereka melakukan itu? Sudah dijelaskan memang bahwa hanya ada 200 kursi untuk pertandingan terbaik selama semusim. Jika mereka menurunkan harga jadi 60 poundsterling, maka itu tetap saja mahal, pendapatan Liverpool akan menurun sekitar 20.400 pounds.”

“Masa klub terkaya kesembilan di dunia mengejar-ngejar 2 juta pound! Itu tidak akan membuat perbedaan signifikan saat melakukan negosiasi transfer. Jika Juergen Klopp ingin mendatangkan pemain dan harganya 2 juta pound lebih mahal dari keinginan Liverpool, apakah mereka akan kehilangan pemain itu? Tidak. Tapi 2 juta pound untuk kantung fans? Itu sangat besar.”

“Klub bilang kalau penonton akan mendapat kursi terbaik di tribun baru dengan harga 77 pound, tapi kenapa itu harus dibesar-besarkan? Kenapa pekerja biasa tidak bisa duduk di sana? Ini tidak adil,” paparnya.